Batas Pantas

    Dayu- mendayu degup jantung yang bekerja saat hari itu. Tiada sangka, rupa yang belum pernah ia temui sebelumnya kini sudah tergambar jelas di depan mata. Sontak mata kami terbelalak, dengan nafas yang sedikit sesak. Mencoba mendekat, tetapi sedikit terhambat. Tidak ada yang cepat, semua memang cukup lambat. Sembari berjalan kembali dengan membawa segala gundah yang sudah menjiwai hati. Harap- harap cemas, sudah cukup malas dengan semua janji- janji tanpa batas. Tapi keyakinan tidak akan pernah tuntas jika kami saling berbalas. Tiada yang perlu disesali, memang belum saatnya untuk kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Salah

18/06/22