Hamba Berdosa

Bukan salah lagi, kamarku lebih rapi, dandanku jauh lebih berseri. Untaian kalimat munajat sudah aku telan sebagai sarapan setiap pagi. Senyum tertumpah ruah. Kini pertanyaan "apakah pantas hamba yang berdosa ini mengharap bahagia seutuhnya". Terjawab, tak selalu dengan peristiwa yang membelalak mata, tak harus selalu aku sadari pada satu waktunya. Tapi, tiap makna demi makna, doa demi doa. Tak kusangka, terjadi setelahnya, terjadi seutuhnya. 

Yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbii 'ala diinik   "Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)." (HR. Tirmidzi, no. 3522 dan Ahmad, 6:315). 




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Salah

18/06/22

Batas Pantas