Akhir Penantian pada Keabadian.
Tak pernah aku dibuat ragu untuk menjemputmu. Apakah mati adalah akhir dari segala penantianku?. Kalaupun iya agar tersayangku bahagia, aku rela. Bahkan sebenarnya aku saja tidak tahu aku ini hidup untuk apa, untuk siapa, dan bagaimana?. Padahal, susunan keinginanku sudah tertata rapi di dalam buku. tahun ini. Mati, adalah kata yang selalu saja menghantui, seolah-olah aku ini sudah siap untuk sekarat, tapi nyatanya aku memang sudah babak belur penuh sayat. Jika ketenangan aku temukan dalam keabadian, aku ingin menuju ke sana, aku ingin berada di dalamnya. Rindu aku menuju kedamaian, walaupun berada dalam kematian.
Komentar
Posting Komentar